Jumat, 03 April 2015

Rasa Ini Masih Terus Bersemayam

Sudah lama terdiam 
Namun rasa ini masih terus bersemayam 

Lelah?
Iyalah..
Capek?
Tentu
Apalagi menunggu sesuatu yang tak pasti 

Aku sadar...
Sebenarnya apa yang aku lakukan ini sia-sia
Perasaan ini semakin tergerus 
Akan hari-hari yang kian tak terurus

Sudah lama terdiam 
Namun rasa ini masih terus bersemayam 

Semenjak lulus tentu intensitas memandang dirimu semakin mendekati nol 
Bisa saja aku melupakan 
Namun ketika aku kembali dan melihat rupamu
Rasa senang, sedih, kesal
Semuanya campur menjadi satu 

Terimakasih atas obat penawar rindu
Kau masih sama
Dan masih saja memandang diriku dengan tatapan heran
Entah apa yang ada dipikiranmu
Tapi aku tahu
Kau jelas-jelas melihatku ketika aku berpaling dari tatapanmu!

Sudah lama terdiam 
Namun rasa ini masih terus bersemayam 

Entah akan sampai kapan...

Kamis, 14 Agustus 2014

Hai Agustus :)

Tidak penting sebenarnya
Siapa kau dan siapa juga aku
Aku hanya mengagumi dirimu
Hanya itu

Walaupun aku sudah lulus
Dan kau masih berada di bangku sekolah
Rasa itu masih ada
Masih sama seperti yang dulu

Hari ini, dimana usiamu bertambah satu
Namun tak mampu mendahului usiaku
Aku hanya bisa berdoa
Cepat dewasa ya ... :)

"If you know, I'm still here waiting for you"

Minggu, 13 Oktober 2013

Bersabarlah

Tuhan... ini benar-benar berbeda...

Mungkin ini cara Tuhan menunjukkannya
Bertahap...
Perlahan tapi pasti,
Tak langsung secara utuh

Mungkin Tuhan menguji ku untuk selalu bersabar,
Bersabar hingga secara ikhlas melepaskannya
Dan setiap waktu ada sesuatu yang benar-benar tak terduga

Bersabarlah~

Jumat, 15 Februari 2013

Enchanted

Kali ini aku benar-benar terpesona...

Bukan karena wajahnya
Tapi,
Aku terpesona ketika dia mengangkat kedua tangannya
Kedua tangan itu berada di depan dadanya...
Sejajar dengan bahu...
Membatin Takbiratul Ihram...
Kemudian bersujud...

Saat itu aku terhentak.
Tertegun melihatnya...
Dia begitu khusyuk sekali...

Kali ini aku benar-benar terpesona...
Terpesona akan penghayatanmu...
Yang sepertinya aku mulai merindukan penghayatan itu...

Andai saja...
Suatu saat aku bisa berdiri tepat dibelakangmu...
Mendengarkan suara Takbiratul Ihrammu...
Dan setelah kau mengucapkan salam,
Lalu menoleh ke kanan-kiri,
Dengan segera, aku mencium punggung tanganmu...